Rabu, 11 Oktober 2017

#TM7.THUS.121017.LOGISTICAL SYSTEM COMPONENTS

NAMA : MUHAMAD ARIFFKA
NIM : 170505031032


NO
KOMPONEN
FAKTA
PEMAHAMAN
1.
Facility  Structure
the importance of selecting the best possible network o facilities cannot be overemphasized. Although relocation off all facilities at on time would be inconceivable for an enterprise, considerable latitude remains in location selection abd facility design over a period of time. the selection of a superior. (hal: 43) pentingnya memilih fasilitas jaringan terbaik mungkin tidak terlalu ditekankan. Meskipun relokasi dari semua fasilitas pada saat tidak terbayangkan oleh suatu perusahaan, cukup banyak lintang tetap dalam desain fasilitas lokasi abd selama periode waktu tertentu. pemilihan atasan.
2.
Transportation
in the design of logistical system , a delicate balance must be established between transportation caos and quality of service. in some circumtances low-cost slow transfers will be preferred. other conditions may require faster methods. finding the proper transportation balance is one of the primary objectives of logistical system analysis. (hal : 44) Dalam perancangan sistem logistik, keseimbangan yang rumit harus ditetapkan antara caos transportasi dan kualitas layanan. Dalam beberapa kasus, biaya rendah transfer lambat akan lebih diutamakan. Kondisi lain mungkin memerlukan metode yang lebih cepat. Menemukan keseimbangan transportasi yang tepat merupakan salah satu tujuan utama analisis sistem logistik.
3.
Inventory
every enterprise selling to a variety of customers is confronted with a range of relative profitability. some customers are very profitable and others are not. such profitability stems, for example, from range of product-line purchases,volume of purchases ,price , marketing services required, and the support activities necessary to maintain and ongoing relationship. highly profitable customers constitute the core market of an esterprise. inventory policies should be design to protect core customers by providing rapid and consistent logistical service. (hal : 45) setiap perusahaan yang menjual ke berbagai pelanggan dihadapkan pada berbagai keuntungan relatif. beberapa pelanggan sangat menguntungkan dan yang lainnya tidak. seperti profitabilitas, misalnya, dari berbagai pembelian lini produk, volume pembelian, harga, layanan pemasaran yang dibutuhkan, dan aktivitas pendukung yang diperlukan untuk mempertahankan dan hubungan yang berkelanjutan. Pelanggan yang sangat menguntungkan merupakan pasar inti sebuah esterprise. kebijakan persediaan harus dirancang untuk melindungi pelanggan inti dengan menyediakan layanan logistik yang cepat dan konsisten.
4.
Communication
communication is an often-neglected activity in the logitical system. in the past such neglect was due in part to the lack of data-processing and data transmission equipment capable of handling the necessaary flow of information. A more important reasen,howefer, has been the lack of understanding regarding in the impact rapid and accurate communication can have upon logistical perfomance. (hal: 46) Komunikasi adalah kegiatan yang sering diabaikan dalam sistem logistik. Pada masa lalu kelalaian tersebut disebabkan karena kurangnya peralatan pengolahan data dan transmisi data yang mampu menangani arus informasi yang perlu. Perhatian yang lebih penting, bagaimanapun, adalah kurangnya pemahaman mengenai dampak komunikasi yang cepat dan akurat dapat terjadi pada kinerja logistik.
5.
Handling and Stronge
to facilitate handling efficiency , a grouping of cans , bottles , boxes , or whatever are combined into larger cartons, this master carton performs two functions. first , it serves to protect the product throughtout the logistical process. second , the master carton serves as primary load , allowing handling of one larger package rather than a multitude of individual units.
(hal : 47-48)
untuk memfasilitasi efisiensi penanganan, pengelompokan kaleng, botol, kotak, atau apapun yang digabungkan ke dalam karton yang lebih besar, karton master ini melakukan dua fungsi. Pertama, ini berfungsi untuk melindungi produk melalui proses logistik. Kedua, karton master berfungsi sebagai muatan utama, memungkinkan penanganan satu paket lebih besar daripada banyak unit individual.





TM6.WED.111017.PERKEMBANGAN MANAJEMEN LOGISTIK STREET IND AFTER 1978

    
                                                   NAMA ; MUHAMAD ARIFFKA
                                                            NIM     ; 170505031032



1.)  Periode sesudah 1978 : Ke arah Logistik  Terpadu
   Dasawarsa mendatang memberikan prospek hasil yang bahkan lebih besar lagi dari pelaksanaan penuh manajemen logistki.Jika kita tinjau kembali,beberapa dari kebutuhan yang kritis yang merangsang keprihatinan material tersebut memang dilebih-lebihkan,tetapi banyak yang tidak.Tantangan bagi masa depan adalah untuk mengintegrasikan kerumitan distribusi fisik itu dengan operasi manajemen material.
Manajemen logistic terpadu memberikan logika yang demikian dan makin lama makin menjadi lebih lazim ,sekurang-kurangnya karena 5 alasan.
1.      Alasan yang pertama adalah besarnya saling ketergantungan antara kedua bidang operasional itu yang dapat diusahakan untuk kemanfaatan perusahaan.Perspektif system total pergerakan/penyimpanan memberikan imbalan dan potensi sinergistik yang lebih besar .Potensi untuk pengintegrasian ini meliputi aktivitas yang jauh lebih besar daripada jika distribusi fisik atau manajemen material itu kita tinjau sendirian.
2.      Alasan kedua adalah untuk menyokong logistic terpadu adalah bahwa konsep distribusi fisik dan manajemen material yang sempit itu besar kemungkinan menimbulkan kedaan yang negative atau gangguan-gangguan .Kedua konsep ini sangat memberikan prioritas operasional pada sebagai suatu filsafat yang dominan dari manajemen logistik akan menimbulkan potensi bagi suboptimisasi yang klasik.
3.      Alasan ketiga adalah untuk mengintegrasikan aktivitas distribusi fisik dengan manajemen material adalah bhwa kebutuhan pengawasan untuk masing-masing jenis operasi ini adalah sama .Pengawasan yang demikian dalam buku ini disebut sebagai koordinasi logistik (logistical coordination). Tujuan dari koordinasi logistic adalah untuk merujukkan (reconcile) permintaan-permintaan operasional yang berbeda-beda itu pada distribusi dan manajemen material.
4.      Alasan ke empat adalah bagi integrasi operasi-operasi logistik adalah meningkatnya kesadaran bahwa banyak saling imbal (trade offs) terdapat di antara ekonomi manufacturing dengan kebutuhan pemasaran yang dapat dirujukkan oleh suatu system logistik yang dirancang dengan baik. Pola yang dominan dari manufacturing adalah untuk menghasilkan produk dalam berbagai ukuran ,warna,dan kwantitas untuk menghadapi penjualan yang akan datang.Penundaan perakitan (assembling) .
5.      Alasan yang kelima dan barangkali yang terpenting bagi logistik terpadu adalah bahwa kebutuhan akan misi logistik sekarang dan di masa databg tidak lagi dapat dipenuhi oleh penyebaran tekhnologi perangkat keras saja ( pure hardware technology ). Tantangan dasawarsa mendatang adalah mengembangkan cara-cara baru untuk memenuhi kebutuhan logistic ,bukan hanya melaksanakan cara0cara lama secara lebih efisien .
Operasi Logistik
Aspek operasional logistic adalah mengenai manajemen-manajemen pemindahan (movement) dan penyimpanan material dan produk jadi perusahaan .Jadi,operasi logistic itu dapat dipandang sebagai berawal dari penganguktan pertama material atau komponen-komponen dari sumber perolehannya dan berakhir pada penyerahan produk yang dibuat atau diolah itu kepada langganan atau konsumen. Proses manajemen distribusi fisik adalah menyangkut pengangkutan produk kepada langganan. Dalam distribusi fisik,langganan dipandang sebagai pemberhentian terakhir dalam saluran pemasaran .
Koordinasi Logistik
Koordinasi logistik adalah mengenai identifikasi kebutuhan pergerakan dan penetapan rebcana untuk memadukan seluruh operasi logistic. Koordinasi 
4.      Procurement atau perencanaan kebutuhan material.
dibutuhkan untuk menetapkan dalam mempertahankan kontinuitas operasi. Didalam ketiga bidang operasi logistic ini,terdapat banyak pergerakan yang berbeda-beda ,dilihat dari besarnya pesanan, tersedianya inventaris,dan urgensi pergerakan tersebut .Fungsi utama dari koordinasi logistic adalah untuk merujukkan(reconcile) perbedaan-perbedaan ini.
Koordinasi Logistik adalah menyangkut perencanaan dan pengawasan terhadap masalah-masalah operasional.Koordinasi dibagi kedalam 4 bagian bidang manajerial yaitu :
1.      Peramalan(forecasting) pasar produk.
2.      Pengolahan pesanan.
3.      Perencanaan operasi
        source :  http://amuraji.blogspot.co.id/2014/03/manajemen-logistik.html
 2.) Melewati 1978 Menuju Logistik yang Terintegritas
   Beberapa dekade ke depan menawarkan prospek pembayaran lebih besar dari implementasi penuh dari manajemen logistik. Dalam retrospeksi, beberapa kebutuhan penting yang mendorong kekhawatiran bahan yang berlebihan tidak banyak.
Manajemen logistik terpadu memberikan logika dan menjadi lebih umum dengan 5 alasan, yaitu :
Pertama, saling ketergantungan antara kedua wilayah operasional yang dapat dimanfaatkan untuk keuntungan perusahaan.
Kedua, pendukung logistik terpadu adalah bahwa konsep sempit distribusi fisik dan bahan manajemen membuat terjadinya potensi antarmuka negatif atau disfungsional.
Ketiga, untuk mengintegrasikan kegiatan distribusi fisik dan manajemen bahan adalah persyaratan kontrol untuk setiap jenis atau operasi serupa.
Keempat, integrasi operasional logistik adalah peningkatan kesadaran bahwa ada banyak trade-off antara manufaktur ekonomi dan pemasaran persyaratan yang didamaikan oleh sistem logistik yang dirancang dengan baik.
Kelima, dan mungkin yang paling signifikan, alasan logistik terintegrasi adalah bahwa kebutuhan hari ini dan besok, misi logistik tidak lagi dapat mengalahkan perkembangan teknologi hardware asli.
Hasil dari lima alasan diatas adalah, bidang logistik akan terus dikelola secara terintegrasi. Dalam teks ini ditulis pada asumsi bahwa integrasi penuh dari semua sistem operasi logistik terkait ke dalam salah satu upaya yang sangat terkoordinasi yang akan terwujud.
(SOURCE/; http://kuliahlogistik.com/sejarah-logistik/ )

3.) Sesudah 1978 : Ke arah Logistik Terpadu
     Dawarsa mendatang memberikan prospek hasil yang bahkan lebih besar lagi dari pelaksanaan penuh manajemen logistik. Tantangan bagi masa depan adalah untuk mengintegrasikan kerumitan distribusi fisik itu dengan operasi manajemen material. Satu satunya prospektif yang relevant adalah yang mengutamakan tercapainya sasaran perusahaan. Tantangan utama bagi masa depan adalah mengembangkan suatu logika tunggal untuk menuntun secara teratur, penyimpanan dan arus persediaan barang yang efisien dari sumber material, ke kompleks manufakturing, terus ke saluran distribusi, dan sampai kepada nasabah. Manajemen logistik memiliki logika yang demikian dan makin lama makin menjadi lebih lazim, sekurang kurangnya karena 5 alasan.
     Alasan pertama adalah besarnya saling ketergantungan antara kedua bidang operasional itu yang dapat diusahakan untuk kemanfaatan perusahaan. Prospektif sistem total pergerakan/penyimpanan memberikan imbalan dan potensi sinergistik yang lebih besar. Misalnya, siatuasi backhaul (hasil balik) akan diperoleh, bila peralatan transport yang dipakai untuk mengantarkan barang kepada langganan, dapat pula dipakai untuk mengangkut barang barang yang dibeli. Menghadapi biaya tenaga kerja yang terus meningkat, para manajer logistik haruslah mengembangkan metode- metode untuk menggantikan prosesyang padat modal dengan proses yang padat tenaga kerja. Operasi logistik adalah bagian yang paling padat tenga kerja dlam suatu perusahaan. integrasi lengkap antara distribusi fisik dengan manajemen material akan meningkatkan kemungkinan tercapainya penggantian (substitution)  modal dengan tenaga kerja.
     Alasan kedua untuk menyokong logistik terpadu adalah bahwa konsep distribusi fisik & manajemen material yang sempit itu besar kemungkinan menimbulkan keadaan yang negatif atau gangguan gangguan. Kemajuan salah satu daripadanya sebagai suatu filsafat yang dominan dari manajemen logistik akan menimbulkan potensi bagi sub optimisasi yang klasik.
     Alasan yang ketiga untuk mengintegrasikan aktivitas distribusi fisik dengan manajemen mateial adalah bahwa kebutuhan pengawasan untuk masing masing jenis operasai ini adalah sama.
     Alasan yang keempat bagi integrasi operasi operasi logistik adalah meningkatnya kesadaran bahwa banyak saling imbal (trade offs) terdapat diantara ekonomi manufakturing dengan kebutuhan pemasaran yang dapat dirujukkan oleh suatu sistem logistik yang dirancang dengan baik.


     Alasan yang kelima dan barang kali yang terpenting bagi logistik terpadu adalah bahwa kebutuhan akan misi logistik sekarang dan akan datang tidak lagi dapat dipenuhi oleh penyebaran teknologi perangkat keras saja (pure hardware technology).
Sebagai hasil dari 5 alasan tersebut di atas, maka lapangan logistik telah dan akan terus harus dikelola secara terpadu.





Rabu, 04 Oktober 2017

#TM5.THU.051017.LOGISTICS HISTORY


PERIODE
FAKTA
PEMAHAMAN

   Ø1950
  integrated before 1950 companies used to treat fragment logistics management processes. although many authors recognize prison sentences based on figures provided by U.s government publications and industry reports " /Source page 4 
menurut saya , terintegrasi sebelum tahun 1950 perusahaan digunakan untuk menangani proses pengelolaan logistik fragmen. meskipun banyak penulis mengakui hukuman penjara berdasarkan angka yang diberikan oleh publikasi pemerintah dan laporan industri "/ Sumber halaman 4

  Ø  1956-1965
   in 1956 a case study on the economics of air transport provided a significant integrative concept. "/Source Page 6
menurut saya , Pada tahun 1956 sebuah studi kasus mengenai ekonomi transportasi udara memberikan konsep integratif yang signifikan. "/ Sumber Page 6

  Ø  1965-1970
   the busyness of attention considered important by converse as a critical necessity in 1954 late into the reality of the period from 1965 to 1970 was a period in which the basic concept of logistics in the test. "/Source Page 9
menurut saya , Kesibukan perhatian yang dianggap penting oleh orang lain sebagai kebutuhan kritis pada tahun 1954 sampai pada kenyataan periode 1965-1970 merupakan periode di mana konsep dasar logistik dalam ujian. "/ Sumber Page 9

  Ø  1970-1978
    in the early 1970s created a situation that became a beyon implem "in terms of growth, economy, being stagnant, labeled" stagflation. However, at the same time, inflation continues with unprecedented interest rates among none in the united states."/Source 10
menurut saya , Pada awal 1970-an menciptakan situasi yang menjadi impuls positif "dalam hal pertumbuhan, ekonomi, stagnan, diberi label" stagflasi. Namun, pada saat bersamaan, inflasi terus berlanjut dengan tingkat suku bunga yang belum pernah terjadi sebelumnya di antara negara-negara Amerika Serikat. "/ Sumber 10

  Ø  1978
     The concept of existing logistics provides a way to overcome uncertainty positively with real challenges beyond 1978 towards integrated integrated uring press decades ahead offering prospects of greater returns from full implementation of logistics manajamen. "/Source page 11
menurut saya , Konsep logistik yang ada memberikan cara untuk mengatasi ketidakpastian secara positif dengan tantangan nyata di luar tahun 1978 menuju pers terpadu terpadu uring press di masa depan yang menawarkan prospek pengembalian yang lebih besar dari penerapan manajamen logistik secara penuh. "/ Sumber halaman 11