NAMA ; MUHAMAD ARIFFKA
NIM ; 170505031032
1.) Periode sesudah 1978 : Ke arah
Logistik Terpadu
Dasawarsa
mendatang memberikan prospek hasil yang bahkan lebih besar lagi dari
pelaksanaan penuh manajemen logistki.Jika kita tinjau kembali,beberapa dari
kebutuhan yang kritis yang merangsang keprihatinan material tersebut memang
dilebih-lebihkan,tetapi banyak yang tidak.Tantangan bagi masa depan adalah
untuk mengintegrasikan kerumitan distribusi fisik itu dengan operasi manajemen
material.
Manajemen
logistic terpadu memberikan logika yang demikian dan makin lama makin menjadi
lebih lazim ,sekurang-kurangnya karena 5 alasan.
1. Alasan yang pertama adalah
besarnya saling ketergantungan antara kedua bidang operasional itu yang dapat
diusahakan untuk kemanfaatan perusahaan.Perspektif system total
pergerakan/penyimpanan memberikan imbalan dan potensi sinergistik yang lebih
besar .Potensi untuk pengintegrasian ini meliputi aktivitas yang jauh lebih
besar daripada jika distribusi fisik atau manajemen material itu kita tinjau
sendirian.
2. Alasan kedua adalah untuk
menyokong logistic terpadu adalah bahwa konsep distribusi fisik dan manajemen
material yang sempit itu besar kemungkinan menimbulkan kedaan yang negative
atau gangguan-gangguan .Kedua konsep ini sangat memberikan prioritas operasional
pada sebagai suatu filsafat yang dominan dari manajemen logistik akan
menimbulkan potensi bagi suboptimisasi yang klasik.
3. Alasan ketiga adalah untuk
mengintegrasikan aktivitas distribusi fisik dengan manajemen material adalah
bhwa kebutuhan pengawasan untuk masing-masing jenis operasi ini adalah sama
.Pengawasan yang demikian dalam buku ini disebut sebagai koordinasi logistik
(logistical coordination). Tujuan dari koordinasi logistic adalah untuk
merujukkan (reconcile) permintaan-permintaan operasional yang berbeda-beda itu
pada distribusi dan manajemen material.
4. Alasan ke empat adalah bagi
integrasi operasi-operasi logistik adalah meningkatnya kesadaran bahwa banyak
saling imbal (trade offs) terdapat di antara ekonomi manufacturing dengan
kebutuhan pemasaran yang dapat dirujukkan oleh suatu system logistik yang
dirancang dengan baik. Pola yang dominan dari manufacturing adalah untuk
menghasilkan produk dalam berbagai ukuran ,warna,dan kwantitas untuk menghadapi
penjualan yang akan datang.Penundaan perakitan (assembling) .
5. Alasan yang kelima dan
barangkali yang terpenting bagi logistik terpadu adalah bahwa kebutuhan akan
misi logistik sekarang dan di masa databg tidak lagi dapat dipenuhi oleh
penyebaran tekhnologi perangkat keras saja ( pure hardware technology ).
Tantangan dasawarsa mendatang adalah mengembangkan cara-cara baru untuk
memenuhi kebutuhan logistic ,bukan hanya melaksanakan cara0cara lama secara
lebih efisien .
Operasi
Logistik
Aspek operasional logistic adalah mengenai
manajemen-manajemen pemindahan (movement) dan penyimpanan material dan produk
jadi perusahaan .Jadi,operasi logistic itu dapat dipandang sebagai berawal dari
penganguktan pertama material atau komponen-komponen dari sumber perolehannya
dan berakhir pada penyerahan produk yang dibuat atau diolah itu kepada
langganan atau konsumen. Proses manajemen distribusi fisik adalah menyangkut
pengangkutan produk kepada langganan. Dalam distribusi fisik,langganan
dipandang sebagai pemberhentian terakhir dalam saluran pemasaran .
Koordinasi
Logistik
Koordinasi logistik adalah mengenai
identifikasi kebutuhan pergerakan dan penetapan rebcana untuk memadukan seluruh
operasi logistic. Koordinasi
4. Procurement atau perencanaan kebutuhan
material.
dibutuhkan untuk menetapkan dalam
mempertahankan kontinuitas operasi. Didalam ketiga bidang operasi logistic
ini,terdapat banyak pergerakan yang berbeda-beda ,dilihat dari
besarnya pesanan, tersedianya inventaris,dan urgensi pergerakan tersebut
.Fungsi utama dari koordinasi logistic adalah untuk merujukkan(reconcile)
perbedaan-perbedaan ini.
Koordinasi
Logistik adalah menyangkut perencanaan dan pengawasan terhadap masalah-masalah
operasional.Koordinasi dibagi kedalam 4 bagian bidang manajerial yaitu :
1. Peramalan(forecasting) pasar
produk.
2. Pengolahan pesanan.
3. Perencanaan operasi
source : http://amuraji.blogspot.co.2.) Melewati 1978 Menuju Logistik yang Terintegritas
Beberapa dekade ke depan menawarkan prospek pembayaran lebih besar dari implementasi penuh dari manajemen logistik. Dalam retrospeksi, beberapa kebutuhan penting yang mendorong kekhawatiran bahan yang berlebihan tidak banyak.
Manajemen logistik terpadu memberikan logika dan menjadi lebih umum dengan 5 alasan, yaitu :
Pertama, saling ketergantungan antara kedua wilayah operasional yang dapat dimanfaatkan untuk keuntungan perusahaan.
Kedua, pendukung logistik terpadu adalah bahwa konsep sempit distribusi fisik dan bahan manajemen membuat terjadinya potensi antarmuka negatif atau disfungsional.
Ketiga, untuk mengintegrasikan kegiatan distribusi fisik dan manajemen bahan adalah persyaratan kontrol untuk setiap jenis atau operasi serupa.
Keempat, integrasi operasional logistik adalah peningkatan kesadaran bahwa ada banyak trade-off antara manufaktur ekonomi dan pemasaran persyaratan yang didamaikan oleh sistem logistik yang dirancang dengan baik.
Kelima, dan mungkin yang paling signifikan, alasan logistik terintegrasi adalah bahwa kebutuhan hari ini dan besok, misi logistik tidak lagi dapat mengalahkan perkembangan teknologi hardware asli.
Hasil dari lima alasan diatas adalah, bidang logistik akan terus dikelola secara terintegrasi. Dalam teks ini ditulis pada asumsi bahwa integrasi penuh dari semua sistem operasi logistik terkait ke dalam salah satu upaya yang sangat terkoordinasi yang akan terwujud.
Pertama, saling ketergantungan antara kedua wilayah operasional yang dapat dimanfaatkan untuk keuntungan perusahaan.
Kedua, pendukung logistik terpadu adalah bahwa konsep sempit distribusi fisik dan bahan manajemen membuat terjadinya potensi antarmuka negatif atau disfungsional.
Ketiga, untuk mengintegrasikan kegiatan distribusi fisik dan manajemen bahan adalah persyaratan kontrol untuk setiap jenis atau operasi serupa.
Keempat, integrasi operasional logistik adalah peningkatan kesadaran bahwa ada banyak trade-off antara manufaktur ekonomi dan pemasaran persyaratan yang didamaikan oleh sistem logistik yang dirancang dengan baik.
Kelima, dan mungkin yang paling signifikan, alasan logistik terintegrasi adalah bahwa kebutuhan hari ini dan besok, misi logistik tidak lagi dapat mengalahkan perkembangan teknologi hardware asli.
Hasil dari lima alasan diatas adalah, bidang logistik akan terus dikelola secara terintegrasi. Dalam teks ini ditulis pada asumsi bahwa integrasi penuh dari semua sistem operasi logistik terkait ke dalam salah satu upaya yang sangat terkoordinasi yang akan terwujud.
(SOURCE/; http://kuliahlogistik.com/sejarah-logistik/ )
3.) Sesudah 1978 : Ke arah Logistik Terpadu
Dawarsa mendatang memberikan prospek hasil yang bahkan lebih besar lagi dari pelaksanaan penuh manajemen logistik. Tantangan bagi masa depan adalah untuk mengintegrasikan kerumitan distribusi fisik itu dengan operasi manajemen material. Satu satunya prospektif yang relevant adalah yang mengutamakan tercapainya sasaran perusahaan. Tantangan utama bagi masa depan adalah mengembangkan suatu logika tunggal untuk menuntun secara teratur, penyimpanan dan arus persediaan barang yang efisien dari sumber material, ke kompleks manufakturing, terus ke saluran distribusi, dan sampai kepada nasabah. Manajemen logistik memiliki logika yang demikian dan makin lama makin menjadi lebih lazim, sekurang kurangnya karena 5 alasan.
Alasan pertama adalah besarnya saling ketergantungan antara kedua bidang operasional itu yang dapat diusahakan untuk kemanfaatan perusahaan. Prospektif sistem total pergerakan/penyimpanan memberikan imbalan dan potensi sinergistik yang lebih besar. Misalnya, siatuasi backhaul (hasil balik) akan diperoleh, bila peralatan transport yang dipakai untuk mengantarkan barang kepada langganan, dapat pula dipakai untuk mengangkut barang barang yang dibeli. Menghadapi biaya tenaga kerja yang terus meningkat, para manajer logistik haruslah mengembangkan metode- metode untuk menggantikan prosesyang padat modal dengan proses yang padat tenaga kerja. Operasi logistik adalah bagian yang paling padat tenga kerja dlam suatu perusahaan. integrasi lengkap antara distribusi fisik dengan manajemen material akan meningkatkan kemungkinan tercapainya penggantian (substitution) modal dengan tenaga kerja.
Alasan kedua untuk menyokong logistik terpadu adalah bahwa konsep distribusi fisik & manajemen material yang sempit itu besar kemungkinan menimbulkan keadaan yang negatif atau gangguan gangguan. Kemajuan salah satu daripadanya sebagai suatu filsafat yang dominan dari manajemen logistik akan menimbulkan potensi bagi sub optimisasi yang klasik.
Alasan yang ketiga untuk mengintegrasikan aktivitas distribusi fisik dengan manajemen mateial adalah bahwa kebutuhan pengawasan untuk masing masing jenis operasai ini adalah sama.
Alasan yang keempat bagi integrasi operasi operasi logistik adalah meningkatnya kesadaran bahwa banyak saling imbal (trade offs) terdapat diantara ekonomi manufakturing dengan kebutuhan pemasaran yang dapat dirujukkan oleh suatu sistem logistik yang dirancang dengan baik.
Alasan yang kelima dan barang kali yang terpenting bagi logistik terpadu adalah
bahwa kebutuhan akan misi logistik sekarang dan akan datang tidak lagi dapat
dipenuhi oleh penyebaran teknologi perangkat keras saja (pure hardware
technology).
Sebagai hasil dari 5 alasan tersebut di atas, maka lapangan logistik telah dan akan terus harus dikelola secara terpadu.
Sebagai hasil dari 5 alasan tersebut di atas, maka lapangan logistik telah dan akan terus harus dikelola secara terpadu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar