Rabu, 11 Oktober 2017

TM6.WED.111017.PERKEMBANGAN MANAJEMEN LOGISTIK STREET IND AFTER 1978

    
                                                   NAMA ; MUHAMAD ARIFFKA
                                                            NIM     ; 170505031032



1.)  Periode sesudah 1978 : Ke arah Logistik  Terpadu
   Dasawarsa mendatang memberikan prospek hasil yang bahkan lebih besar lagi dari pelaksanaan penuh manajemen logistki.Jika kita tinjau kembali,beberapa dari kebutuhan yang kritis yang merangsang keprihatinan material tersebut memang dilebih-lebihkan,tetapi banyak yang tidak.Tantangan bagi masa depan adalah untuk mengintegrasikan kerumitan distribusi fisik itu dengan operasi manajemen material.
Manajemen logistic terpadu memberikan logika yang demikian dan makin lama makin menjadi lebih lazim ,sekurang-kurangnya karena 5 alasan.
1.      Alasan yang pertama adalah besarnya saling ketergantungan antara kedua bidang operasional itu yang dapat diusahakan untuk kemanfaatan perusahaan.Perspektif system total pergerakan/penyimpanan memberikan imbalan dan potensi sinergistik yang lebih besar .Potensi untuk pengintegrasian ini meliputi aktivitas yang jauh lebih besar daripada jika distribusi fisik atau manajemen material itu kita tinjau sendirian.
2.      Alasan kedua adalah untuk menyokong logistic terpadu adalah bahwa konsep distribusi fisik dan manajemen material yang sempit itu besar kemungkinan menimbulkan kedaan yang negative atau gangguan-gangguan .Kedua konsep ini sangat memberikan prioritas operasional pada sebagai suatu filsafat yang dominan dari manajemen logistik akan menimbulkan potensi bagi suboptimisasi yang klasik.
3.      Alasan ketiga adalah untuk mengintegrasikan aktivitas distribusi fisik dengan manajemen material adalah bhwa kebutuhan pengawasan untuk masing-masing jenis operasi ini adalah sama .Pengawasan yang demikian dalam buku ini disebut sebagai koordinasi logistik (logistical coordination). Tujuan dari koordinasi logistic adalah untuk merujukkan (reconcile) permintaan-permintaan operasional yang berbeda-beda itu pada distribusi dan manajemen material.
4.      Alasan ke empat adalah bagi integrasi operasi-operasi logistik adalah meningkatnya kesadaran bahwa banyak saling imbal (trade offs) terdapat di antara ekonomi manufacturing dengan kebutuhan pemasaran yang dapat dirujukkan oleh suatu system logistik yang dirancang dengan baik. Pola yang dominan dari manufacturing adalah untuk menghasilkan produk dalam berbagai ukuran ,warna,dan kwantitas untuk menghadapi penjualan yang akan datang.Penundaan perakitan (assembling) .
5.      Alasan yang kelima dan barangkali yang terpenting bagi logistik terpadu adalah bahwa kebutuhan akan misi logistik sekarang dan di masa databg tidak lagi dapat dipenuhi oleh penyebaran tekhnologi perangkat keras saja ( pure hardware technology ). Tantangan dasawarsa mendatang adalah mengembangkan cara-cara baru untuk memenuhi kebutuhan logistic ,bukan hanya melaksanakan cara0cara lama secara lebih efisien .
Operasi Logistik
Aspek operasional logistic adalah mengenai manajemen-manajemen pemindahan (movement) dan penyimpanan material dan produk jadi perusahaan .Jadi,operasi logistic itu dapat dipandang sebagai berawal dari penganguktan pertama material atau komponen-komponen dari sumber perolehannya dan berakhir pada penyerahan produk yang dibuat atau diolah itu kepada langganan atau konsumen. Proses manajemen distribusi fisik adalah menyangkut pengangkutan produk kepada langganan. Dalam distribusi fisik,langganan dipandang sebagai pemberhentian terakhir dalam saluran pemasaran .
Koordinasi Logistik
Koordinasi logistik adalah mengenai identifikasi kebutuhan pergerakan dan penetapan rebcana untuk memadukan seluruh operasi logistic. Koordinasi 
4.      Procurement atau perencanaan kebutuhan material.
dibutuhkan untuk menetapkan dalam mempertahankan kontinuitas operasi. Didalam ketiga bidang operasi logistic ini,terdapat banyak pergerakan yang berbeda-beda ,dilihat dari besarnya pesanan, tersedianya inventaris,dan urgensi pergerakan tersebut .Fungsi utama dari koordinasi logistic adalah untuk merujukkan(reconcile) perbedaan-perbedaan ini.
Koordinasi Logistik adalah menyangkut perencanaan dan pengawasan terhadap masalah-masalah operasional.Koordinasi dibagi kedalam 4 bagian bidang manajerial yaitu :
1.      Peramalan(forecasting) pasar produk.
2.      Pengolahan pesanan.
3.      Perencanaan operasi
        source :  http://amuraji.blogspot.co.id/2014/03/manajemen-logistik.html
 2.) Melewati 1978 Menuju Logistik yang Terintegritas
   Beberapa dekade ke depan menawarkan prospek pembayaran lebih besar dari implementasi penuh dari manajemen logistik. Dalam retrospeksi, beberapa kebutuhan penting yang mendorong kekhawatiran bahan yang berlebihan tidak banyak.
Manajemen logistik terpadu memberikan logika dan menjadi lebih umum dengan 5 alasan, yaitu :
Pertama, saling ketergantungan antara kedua wilayah operasional yang dapat dimanfaatkan untuk keuntungan perusahaan.
Kedua, pendukung logistik terpadu adalah bahwa konsep sempit distribusi fisik dan bahan manajemen membuat terjadinya potensi antarmuka negatif atau disfungsional.
Ketiga, untuk mengintegrasikan kegiatan distribusi fisik dan manajemen bahan adalah persyaratan kontrol untuk setiap jenis atau operasi serupa.
Keempat, integrasi operasional logistik adalah peningkatan kesadaran bahwa ada banyak trade-off antara manufaktur ekonomi dan pemasaran persyaratan yang didamaikan oleh sistem logistik yang dirancang dengan baik.
Kelima, dan mungkin yang paling signifikan, alasan logistik terintegrasi adalah bahwa kebutuhan hari ini dan besok, misi logistik tidak lagi dapat mengalahkan perkembangan teknologi hardware asli.
Hasil dari lima alasan diatas adalah, bidang logistik akan terus dikelola secara terintegrasi. Dalam teks ini ditulis pada asumsi bahwa integrasi penuh dari semua sistem operasi logistik terkait ke dalam salah satu upaya yang sangat terkoordinasi yang akan terwujud.
(SOURCE/; http://kuliahlogistik.com/sejarah-logistik/ )

3.) Sesudah 1978 : Ke arah Logistik Terpadu
     Dawarsa mendatang memberikan prospek hasil yang bahkan lebih besar lagi dari pelaksanaan penuh manajemen logistik. Tantangan bagi masa depan adalah untuk mengintegrasikan kerumitan distribusi fisik itu dengan operasi manajemen material. Satu satunya prospektif yang relevant adalah yang mengutamakan tercapainya sasaran perusahaan. Tantangan utama bagi masa depan adalah mengembangkan suatu logika tunggal untuk menuntun secara teratur, penyimpanan dan arus persediaan barang yang efisien dari sumber material, ke kompleks manufakturing, terus ke saluran distribusi, dan sampai kepada nasabah. Manajemen logistik memiliki logika yang demikian dan makin lama makin menjadi lebih lazim, sekurang kurangnya karena 5 alasan.
     Alasan pertama adalah besarnya saling ketergantungan antara kedua bidang operasional itu yang dapat diusahakan untuk kemanfaatan perusahaan. Prospektif sistem total pergerakan/penyimpanan memberikan imbalan dan potensi sinergistik yang lebih besar. Misalnya, siatuasi backhaul (hasil balik) akan diperoleh, bila peralatan transport yang dipakai untuk mengantarkan barang kepada langganan, dapat pula dipakai untuk mengangkut barang barang yang dibeli. Menghadapi biaya tenaga kerja yang terus meningkat, para manajer logistik haruslah mengembangkan metode- metode untuk menggantikan prosesyang padat modal dengan proses yang padat tenaga kerja. Operasi logistik adalah bagian yang paling padat tenga kerja dlam suatu perusahaan. integrasi lengkap antara distribusi fisik dengan manajemen material akan meningkatkan kemungkinan tercapainya penggantian (substitution)  modal dengan tenaga kerja.
     Alasan kedua untuk menyokong logistik terpadu adalah bahwa konsep distribusi fisik & manajemen material yang sempit itu besar kemungkinan menimbulkan keadaan yang negatif atau gangguan gangguan. Kemajuan salah satu daripadanya sebagai suatu filsafat yang dominan dari manajemen logistik akan menimbulkan potensi bagi sub optimisasi yang klasik.
     Alasan yang ketiga untuk mengintegrasikan aktivitas distribusi fisik dengan manajemen mateial adalah bahwa kebutuhan pengawasan untuk masing masing jenis operasai ini adalah sama.
     Alasan yang keempat bagi integrasi operasi operasi logistik adalah meningkatnya kesadaran bahwa banyak saling imbal (trade offs) terdapat diantara ekonomi manufakturing dengan kebutuhan pemasaran yang dapat dirujukkan oleh suatu sistem logistik yang dirancang dengan baik.


     Alasan yang kelima dan barang kali yang terpenting bagi logistik terpadu adalah bahwa kebutuhan akan misi logistik sekarang dan akan datang tidak lagi dapat dipenuhi oleh penyebaran teknologi perangkat keras saja (pure hardware technology).
Sebagai hasil dari 5 alasan tersebut di atas, maka lapangan logistik telah dan akan terus harus dikelola secara terpadu.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar